Hay guys balik lagi dengan gue, Descull, salah satu murid yang engga-seberapa yang mengais hidup di ibukota meninggalkan kampung tercinta, hahaha :D
Kali ini gue mau ngebahas sesuatu yang sangat erat dan akreb banget di kuping gue yaitu "All About Anak Kost"
Siapa bilang nge-kost itu enak? Itu pasti jawaban hampir seluruh umat kost di dunia ini saat ada selentingan kalimat-kalimat yang berbunyi gini neh :
"Eh lu nge-kost ya?? Wah enak dong."
"Enak situ nge-kost, bisa bebas mau ngapain aja."
"Ngekost mah enak, gak sibuk ngurusin rumah."
"Pengen loh ngekost, pengen bebas dari yang namanya celoteh ortu."
de el el, de el el.
Nih, gue mau ngelurusin semua selentingan yang menurut anak rumahan dianggap benar.
Gue, sebagai anak kost-kostan nggak sepenuhnya nolak pendapat anak rumahan, Emang sih, nge-kost itu enaknya satu : BEBAS. Mau ngapain aja, tiduran kek, nge-games kek, makan doang kek, enggak belajar kek, ke ke kek kek. Itu deh pokoknya yang berhubungan dengan kata BEBAS versi anak remaja.
Padahal, dibalik kebebasan itu, kami kami si Anak Kost nggak sepenuhnya free seperti yang diulas tadi, Kenapa? Dibawah ini mungkin bisa digarisbawahi sebagai : "alasan bahwa nge-kost itu ada nggak enaknya juga." :
Pertama, ngekost it's all about money. Yapp, duit, apalagi?? Lo mau jajan, kan pake duit. Lo mau hang out bareng kawan lo, kan musti pake duit. Lo mau sekedar ke WC umum pun, mesti keluar duit. Nahh, buat umat-umat yang jauh dari ortu macam kami si Anak Kost, ini merupakan kendala yang amat sangat menyebalkan jika tidak di handle dengan benar. Kalo dapet uang kirimannya per-minggu, it's okay aja. Nah kalo yang perbulan? Sekali saja Anda salah ambil langkah, tamatlah isi dompet Anda sebelum tanggal tua, Ha ha ha (ketawa kejam).
Kedua, banyak banget yang mesti di pikirin, dan pikiran-pikiran itu jarang sekali hinggap di otak-otak anak rumahan. Yaiyalaaa, anak rumahan mah pikirannya cuman "Hari ini duit buat apa aja ya?" "Ntar di rumah ibu masak apa ya?" "Malem ini mau maen kemana yaa?".
Nah kalo anak kost, berentetan pula yang harus dipikirin, seperti :
"Uang kost bulan ini udah dibayar belum ya"
"Kira-kira seminggu kedepan makannya apa aja ya"
"Mau maen tapi kira-kira duit cukup enggak ya"
"LKS duit kurang pula, gimana ya"
"Uang bulan ini bakalan cukup nggak ya"
Pokoknya kepala bisa muter-muter deh, jamin,
Ya mungkin buat yang uang bulanannya besar, it's not a problem. Buat yang uang bulanannya pas-pasan garing miring kurang kek gue gini, mau ngapain looo. Makan aja tuh mie instan yang udah lo beli awal bulan buat nutupin laper di akhir bulan.
Yaa gitu deh guys pokoknya. Nggak semua anak kost itu berbahagia dan nggak semua anak rumahan itu menderita. Semua ada untung-ruginya. Dulu gue berpikir kalo jadi anak kost itu enak, nyatanya? Nggak juga. Kecuali kalo lo ngekost di apartemen sewaan bokap lo yang berduit plus uang jajan satu juta lima ratus perbulan, dijamin gue bakalan mau ngekos seumur idup gue.
Oke guys sekian aja postingan gue yang sebenernya agak mirip curhatan, semoga lo semua suka dengan apa yang gue post, tunggu post selanjutnya dari gue, Descull. Good bye.
Love, Descull.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar